Mengulik Perjalanan Seorang Barista

NEWS by admin on 09 October 2018

 

Erma, begitu dia akrab disapa. Dibalik sosoknya yang ramah, ternyata perempuan ini adalah seorang barista di Coffee Toffee.

 

Tidak banyak perempuan yang memilih barista sebagai karir mereka. Apa yang membuat anda memilih terjun di dunia barista?

Buat saya, barista perempuan itu keren. Ketika saya melihat mereka, rasanya saya juga mau jadi barista. Kalau mereka bisa, kenapa saya nggak. Selama ini kebanyakan laki-laki aja yang jadi barista. Bisa dibilang barista perempuan itu langka, dan saya salah satunya.

Saya memang sudah lama kerja di coffee shop sih. Saya lebih nyaman kalau kerja di coffee shop seperti ini. Dan kebetulan tahun 2016, bulan September kalau tidak salah, ada lowongan barista di Coffee Toffee. Saya coba daftar dan diterima.

Enaknya jadi barista di Coffee Toffee itu, kita bisa sambil belajar. Ya, seperti yang kita tahu, kursus barista mahal. Saat ada kesempatan belajar disini, ya saya bersyukur. Jadi saat kerja tidak bosan, karena setiap hari selalu ada hal baru yang bisa dipelajari.

 

Proses belajar menjadi barista tentu penuh dengan latihan dan kerja keras. Pengalaman apa yang paling berkesan selama merintis karir jadi barista?

Ada satu pengalaman sih yang sampai sekarang jadi kebanggaan diri saya sendiri. Dulu waktu masih trainee 2 minggu, salah satu kapten terkena musibah, motornya hilang. Jadi dia harus mengurus ke kepolisian. Waktu itu saya ditunjuk kapten. Saya dituntut untuk bisa semua, sedangkan posisi saya baru 2 minggu gabung. Tapi kapten bilang, “aku percaya sama kamu”. Kalimat itu aja sudah bikin saya percaya diri. Akhirnya saya lakukan semua sendiri. Mulai dari buka rolling door karena saat itu di Rungkut ada yg pakai rolling door, lalu pakai komputer padahal saya nggak tahu gimana caranya pakai komputer. Dan semua itu saya kerjakan dari awal buka sampai jam 3 sore ketika shift berikutnya datang. Ajaibnya, saya bisa dan semuanya baik-baik saja.

 

Dalam proses menjadi barista, apa yang menurut anda paling menantang?

Pembuatan Latte art itu yang paling menantang. Butuh perjuangan sekali meskipun cuma satu latte art. Saya aja hampir 2 bulan belajar latte art. Kadang saya juga suka kecewa kalau latte art buatan saya nggak sebagus yang ada di video instagram.

Tapi serunya, teman-teman disini suka adain battle antar barista. Biasanya battle kalau ada orderan 2 - 3 hot coffee. Battlenya simple sih. Siapa yang hasil latte art nya paling bagus, dia yang menang. Dan yang nilai juga dari teman-teman sendiri biasanya. Itu asyik banget.

 

Anda memiliki antusiasme yang tinggi untuk menjadi barista. Sebenarnya apa yang membuat anda begitu ingin menjadi barista?

I love my job. Menjadi barista itu buat saya seperti hobi yang dibayar. Jadi ketika kita sudah cinta dengan pekerjaan kita, pasti kita merasa enjoy. Dan saya pun nyaman bekerja disini. Bisa dibilang, Coffee Toffee ini sudah jadi rumah kedua saya.

Dan kedepannya, saya masih ingin menjadi barista. Makanya saya memilih ikut audisi silver barista. Semua saya persiapkan dengan matang mulai dari presentasi sampai riset. Saya persiapkan dari jauh-jauh hari.  

 

Semangat anda untuk terus belajar ini memotivasi sekali. Apakah anda memiliki pesan untuk teman-teman yang ingin mengikuti jejak anda menjadi barista?

Percayalah, semua bisa kalau memang ada keinginan kuat. Proses belajar memang panjang. Semua itu dari nol, nggak mungkin langsung bisa. Ada tahapannya, harus sabar. Kadang memang kita merasa down, tapi jangan menyerah. Kita harus tetap berlatih sampai benar-benar bisa. Dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, kita pasti tahu letak kesalahan kita dimana. Kita bisa belajar dari situ. Dan nggak perlu takut. Justru semakin takut, semakin membuang waktu.

Kalau kita menyerah, ya kita nggak akan bisa berkembang. Jangan tergantung pada orang lain. Kalau bukan pada diri kita sendiri, terus siapa lagi? Toh hasil itu tidak akan menghianati usaha.




Punch Me Strawberry , Penyelamat Kala Panas Menyengat

Oleh admin pada 08 December 2018


Lukisan Indah dalam Secangkir Cafe Latte

Oleh admin pada 01 December 2018


Guilty Pleasure dalam Segelas ‘Sins of Coffee’

Oleh admin pada 01 December 2018


Kopi dan Ice Cream, Padu Padan yang Mendobrak Tradisi Kopi

Oleh admin pada 24 November 2018


Memikat dengan Latte Art

Oleh admin pada 17 November 2018