Lika Liku Perjalanan Menjadi Silver Barista

NEWS by admin on 01 October 2018

Memiliki kemampuan di bidang food & services mengantar pria ini pada dunia kopi. Pria yang akrab disapa Toni ini adalah salah satu Silver Barista di Coffee Toffee.

 

Anda adalah salah satu Silver Barista yang ada di Coffee Toffee. Bagaimana sebenarnya perjalanan karir anda sampai bisa menjadi barista?

Sebenarnya udah punya basic food & services seperti sekarang ini. Waktu masih muda, saya pernah kerja di bar. Kemudian saya keluar, karena lingkungan kerja di bar kan nggak sehat. Tahun 2012, ada teman saya yang menawari jadi barista. Kebetulan memang Coffee Toffee sedang mencari barista. Saat itu saya belum tahu apa itu barista. Tapi saya pikir berhubung saya juga pecinta kopi, kenapa nggak dicoba saja. Dari situlah akhirnya saya  terjun ke dunia kopi.

 

Proses anda sampai bisa meraih predikat Silver Barista tentu penuh lika-liku. Pengalaman apa yang paling berkesan selama merintis karir menjadi barista?

Yang paling berkesan adalah saat saya mengikuti uji kelayakan silver barista tahun 2014. Uji kelayakan ini untuk mengetahui skill dan pengetahuan barista. Saya masih ingat, waktu itu saya bikin wedang kopi untuk signature drink saya. Wedang kopi ini terbuat dari campuran kopi, jahe, pandan, dan gula merah.

Gemetar, gugup, nervous, semua saya rasakan. Padahal ketenangan itu kunci agar minuman yang kita buat bisa sempurna. Bahkan saya sempat mengalami kesulitan saat ekstraksi kopi. Saya sampai harus mengulang 3 kali. Saya panik lah. Seandainya kalau waktu itu saya nggak bisa menguasai keadaan, mungkin saat audisi saya nggak lolos.

Uji kelayakan itu bener-bener pengalaman yang luar biasa buat saya.

 

Bagaimana tanggapan anda terhadap anggapan keliru tentang barista yang ada di masyarakat?

Yang seperti itu memang wajar ya. Karena menurut saya, masyarakat kurang mengerti tentang pekerjaan barista. Barista nggak cuma menyeduh kopi aja, tapi juga ada banyak knowledge tentang dunia kopi yang orang lain belum ngerti.

Sebagai barista, kita harus menghormati pendapat mereka. Tapi saya berharap, wawancara ini bisa membuka mata masyarakat kalau barista lebih dari sekedar penyeduh kopi.

 

Berbicara tentang kopi, tiap pelanggan pasti punya selera sendriri. Apa anda pernah mendapat pesanan kopi yang unik dan tidak biasa?

Wah sering. Salah satunya ada seorang pelanggan memesan kopi long black yang diberi whipped cream. Sebenernya memang ada espresso yang ditambahkan whipped cream. Tapi yang nggak wajar itu long black dikasih whipped cream. Entah gimana rasanya.

Sebagai barista, kita sebisa mungkin untuk menuruti permintaan mereka. Karena kita harus selalu memberikan pelayanan terbaik.

 

Melihat perjalanan anda menjadi barista ini menarik sekali. Adakah yang ingin anda sampaikan untuk kaum muda yang ingin menekuni dunia barista?

Kalau ingin jadi barista kuncinya itu sabar. Seorang barista harus bisa sabar dan tenang dalam menghadapi berbagai situasi, entah itu menghadapi pelanggan atau saat meracik minuman. Kedua, mereka harus tekun belajar karena semua kan dimulai dari nol. Ada proses panjang yang harus dilewati sebelum kita bisa sukses.

Dan, memiliki rasa ingin tahu yang besar.  Dunia kopi ini luas. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Ibarat sungai, kita harus menelusuri dari hilir sampai ke hulu.Dengan begitu, mereka bisa semakin menguasai dan meningkatkan kemampuan mereka menjadi barista.




Keluarga Kedua dalam Kawan Seperjuangan Barista

Oleh admin pada 15 October 2018


Kegigihan yang Berbuah Manis

Oleh admin pada 15 October 2018


Nyemil Sehat Bersama Edamame Spicy

Oleh admin pada 12 October 2018


Kisah Perjalanan Sang Traveller Menjadi Barista

Oleh admin pada 10 October 2018


Mengulik Perjalanan Seorang Barista

Oleh admin pada 09 October 2018