Sukses Menjadi Coffee Shop Lokal Terdepan

NEWS by admin on 11 July 2018

Coffee Toffee berkomitmen untuk menjadi franchise coffee shop lokal yang terdepan di tahun 2018. Mereka juga berencana untuk membuka minimal 24 gerai selama tahun 2018 ini.


Didirikan pada tahun 2006 silam di Surabaya, Odi dan Ria memulai usaha kedai kopi ini di garasi yang mereka sulap jadi tempat coffee shop. Sempat mengenyam pendidikan di negeri kangguru, dan menjadi barista di salah satu kafe disana, Odi menemukan bahwa produk kopi yang digunakan oleh kafe tersebut berasal dari Indonesia.

Dari sinilah Odi tergugah dan berpikir, mengapa bukan orang-orang Indonesia yang seharusnya berbisnis dan menikmati kopi-kopi enak asal Indonesia. Lantas, Odi dan Istri merealisasikan ide tersebut dalam kedai kopi kecil pertamanya di Surabaya. Bisa dibilang Coffee Toffee merupakan salah satu pionir waralaba kopi lokal pada tahun 2006 dengan konsep kedai yang modern.

Saat ini Coffee Toffee tetap berkomitmen untuk menjadi franchise coffee shop lokal yang terdepan di tahun 2018 ini. Mereka berencana untuk membuka minimal 24 gerai selama tahun 2018, serta menambah line up menu sehingga memenuhi permintaan para pelanggan dan meningkatkan kualitas pelayanan Coffee Toffee terhadap pelanggan. Di tahun ini pula mereka mendapatkan penghargaan The Most Promising Brand 2018 kerena pencapaiannya hingga sekarang.

Guna bertahan di era disruptif seperti sekarang, Coffee Toffee memiliki competitive advantage yang tidak dimiliki oleh para competitor lain, “Baik itu dari sisi product maupun target segmen. Meskipun demikian kami tidak segansegan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya dalam setiap aspek operasional perusahaan, baik dari sisi
operasi, marketing, ekspansi maupun keuangan sehingga daya saing Coffee Toffee tetap bertahan di era ini,” ujar Sandy, Direktur Ekspansi Coffee Toffee.

Dia menjelaskan ada beberapa keunggulan yang dimiliki Coffee Toffee dibanding kompetitor lain. Pertama, memiliki varian product yang biasa menjangkau para penikmat kopi kasual maupun serius. Kedua, kualitas produk yang kami tawarkan tidak kalah bahkan lebih baik dibanding para competitor kami baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketiga, kami memiliki harga jual yang sangat bersaing dibanding para competitor tanpa mengorbankan kualitas karena sebagian besar bahan baku kami produksi sendiri. “Dan terakhir, kami memiliki pelanggan loyal yang sangat engage dengan brand Coffee Toffee, dan menjadikan Coffee Toffee sebagai partner mereka dalam melaksanakan kegiatan komunitasnya,” katanya.

Saat ini, Coffee Toffee menawarkan waralaba dengan total investasi berkisar antara Rp 600 juta sampai Rp 1,5 miliar yang mencakup keseluruhan biaya investasi sampai “Ready to run” di luar biaya lokasi. “Saat ini kami sedang menggodok konsep Coffee Toffee Campus yang bertujuan untuk menyasar pangsa pasar universitas dan memiliki nilai investasi berkisar Rp 300 juta-Rp 500 juta,” sambungnya.

Masih menurut Sandy, “dalam perkembangannya, kami merasa bahwa konsep kerjasama dengan pola waralaba adalah cara terbaik dalam memasarkan produk dan potensi bisnis Coffee Toffee. Dengan konsep pemasaran ini, Coffee Toffee akan dapat melayani dan menyediakan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau kepada seluruh pelanggan kami di Indonesia,”

Selain itu mereka berencana untuk membuka flagship store Coffee Toffee di area Jakarta untuk semakin mengukuhkan brand Coffee Toffee sembari tetap memperkuat kerjasama
dengan para supplier petani dalam rangka pemberdayaan petani supaya kualitas kopi yang disajikan dapat menjadi lebih baik lagi.

 

Artikel ini ditulis oleh Ade Komala




Memikat dengan Latte Art

Oleh admin pada 17 November 2018


Mengenal Dunia Kopi dengan Barista

Oleh admin pada 03 November 2018


Lezatnya Sausage Platter, Kudapan Sehat ala Coffee Toffee

Oleh admin pada 16 October 2018


Keluarga Kedua dalam Kawan Seperjuangan Barista

Oleh admin pada 15 October 2018


Kegigihan yang Berbuah Manis

Oleh admin pada 15 October 2018